10 Rekomendasi Aplikasi Lari dan Jogging Terbaik di Android

10 Rekomendasi Aplikasi Lari dan Jogging Terbaik di Android
rekomendasi aplikasi lari

Jakarta - Rekomendasi aplikasi lari menjadi solusi tepat bagi Anda yang gemar jogging dan ingin memantau perkembangan olahraga secara lebih terukur. 

Dengan bantuan aplikasi di smartphone Android, Anda bisa mengetahui jarak tempuh, durasi, hingga jumlah langkah secara akurat setiap kali berlari.

Beragam pilihan aplikasi yang tersedia tidak hanya berfungsi sebagai pelacak jarak, tetapi juga mampu menghitung langkah kaki serta merekam performa latihan secara detail. 

Baca Juga

Inilah Kelebihan dan Kekurangan Vario 160 yang Harus Anda Ketahui

Fitur-fitur tersebut sangat membantu bagi para pecinta lari yang ingin meningkatkan konsistensi dan mencapai target kebugaran dengan lebih terarah. 

Tak heran jika rekomendasi aplikasi lari banyak dicari untuk menunjang aktivitas olahraga agar semakin efektif dan menyenangkan.

10 Rekomendasi Aplikasi Lari dan Jogging Terbaik

Mengetahui jarak tempuh saat berlari maupun jumlah langkah yang sudah dicapai tentu bisa menjadi motivasi tambahan dalam berolahraga. 

Tertarik mencoba aplikasinya? Simak ulasan lengkapnya sampai selesai untuk menemukan rekomendasi aplikasi lari yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. adidas Running Tracker

Pengalaman saya menggunakan aplikasi adidas Running Tracker terasa cukup memuaskan. Saat pertama kali membuka aplikasi, pengguna diminta masuk menggunakan email, akun Google, atau Facebook. 

Namun ketika mencoba login melalui Facebook, sempat muncul halaman error.

Setelah berhasil masuk, aplikasi meminta data tinggi dan berat badan untuk menghitung estimasi kalori yang terbakar. 

Pengguna juga diminta menentukan target olahraga, baik itu lari, jalan kaki, bersepeda, maupun hiking. Target bisa diatur dalam rentang harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan, bahkan dapat ditentukan berdasarkan tanggal tertentu.

Parameter target pun fleksibel. Kita bisa memilih sasaran berdasarkan jumlah kalori yang ingin dibakar, total aktivitas, atau durasi latihan. 

Setelah pengaturan selesai, tersedia opsi untuk menyambungkan smartwatch. Aplikasi ini kompatibel dengan berbagai layanan seperti Polar Flow, Garmin Connect, Amazfit (Zepp), HUAWEI Health, Wahoo ELEMNT, Suunto, dan Coros.

Selanjutnya, pengguna akan ditanya tujuan penggunaan aplikasi, apakah sekadar untuk aktivitas santai, terhubung dengan komunitas, atau mengejar target tertentu. 

Tingkat kebugaran juga ditanyakan, misalnya apakah baru mulai berolahraga atau sudah mampu berlari 30 menit tanpa henti.

Antarmuka aplikasi terasa nyaman digunakan. Saat memulai pelacakan, terdengar panduan suara lengkap dengan hitungan mundur, sehingga terasa seperti mengikuti ajang lomba lari. 

Selama tracking berlangsung, tombol otomatis terkunci agar tidak terpencet tanpa sengaja. Setelah selesai, statistik ditampilkan secara detail dan cukup akurat.

Menariknya, kita bisa melihat kecepatan pada titik tertentu melalui warna rute: hijau menandakan tempo lebih lambat, sedangkan merah menunjukkan pace lebih cepat.

Tersedia pula versi premium dengan data tambahan seperti detak jantung dan informasi hidrasi. Meski demikian, versi gratisnya sudah tergolong lengkap dan bebas iklan. Hasil aktivitas juga bisa dibagikan ke Instagram dalam format Reels maupun Feed.

Kelebihan:

  • Fitur lengkap meski tanpa langganan
  • Tanpa iklan
  • Menampilkan kalori terbakar per sesi
  • Dukungan smartwatch luas
  • Tampilan mudah dipahami

Kekurangan:

  • Tidak tersedia fitur auto-pause
  • Target harus diatur manual

2. Running App – Leap Fitness Group

Meski tidak berasal dari pengembang besar, aplikasi ini layak dipertimbangkan. Saat pertama kali digunakan, pengguna diminta memasukkan tinggi dan berat badan. 

Berdasarkan data tersebut, aplikasi akan memberikan saran aktivitas seperti lari cepat 75 menit atau jogging 150 menit.

Aplikasi ini dilengkapi penghitung langkah serta pengingat minum air. Saat tracking berlangsung, tersedia fitur kunci layar agar aktivitas tidak terhenti secara tidak sengaja. 

Setelah selesai, statistik dapat dibagikan dalam format gambar persegi, dengan opsi menambahkan foto sendiri sebagai latar belakang.

Yang menarik, tersedia program penurunan berat badan dengan panduan langkah demi langkah, baik untuk treadmill maupun latihan luar ruangan. Instruksi mencakup kapan harus meningkatkan kecepatan, durasi lari, hingga waktu istirahat.

Kelebihan lainnya, aplikasi dapat langsung digunakan tanpa registrasi. Login hanya diperlukan jika ingin menyimpan dan menyinkronkan data ke perangkat lain.

Kelebihan:

  • Bisa langsung digunakan tanpa proses panjang
  • Ada penghitung langkah dan pengingat hidrasi
  • Tracking akurat dan nyaman
  • Program penurunan berat badan terstruktur

Kekurangan:

  • Versi gratis menampilkan iklan pop-up

3. Strava Running and Cycling GPS

Secara fitur dasar, Strava tidak jauh berbeda dari aplikasi lain. Namun keunggulan utamanya terletak pada aspek komunitas yang kuat. 

Aplikasi ini terasa seperti media sosial khusus olahraga. Pengguna bisa mengikuti teman bahkan atlet profesional, serta melihat progres aktivitas mereka.

Strava memungkinkan sinkronisasi dengan Facebook atau kontak ponsel untuk menemukan teman. Saat merekam aktivitas, kita juga dapat menandai pengguna lain.

Fitur auto-pause tersedia, tetapi dari pengalaman penggunaan, fungsi tersebut lebih optimal saat bersepeda dibandingkan saat lari. Ketika berhenti sejenak saat berlari, aplikasi tidak selalu otomatis menjeda.

Integrasinya dengan Spotify juga sangat baik. Pengguna dapat memilih playlist langsung dari dalam aplikasi tanpa berpindah ke platform lain. 

Hasil aktivitas dapat dibagikan ke Instagram dalam format Reels atau Feed, lengkap dengan ilustrasi rute dan foto dari galeri.

Kelebihan:

  • Komunitas aktif dan interaktif
  • Integrasi Spotify langsung
  • Statistik detail
  • Bisa terhubung dengan smartwatch GPS

Kekurangan:

  • Fitur penentuan target hanya tersedia di versi berbayar
  • Wajib registrasi sebelum mulai tracking

4. Nike Run Club

Saat pertama kali menggunakan Nike Run Club, proses awalnya terasa cukup panjang. Pengguna diwajibkan mendaftar sebagai Nike Member, termasuk melakukan verifikasi email dengan memasukkan kode OTP yang dikirimkan ke inbox.

Aplikasi ini tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Salah satu fitur unggulannya adalah auto-pause yang bekerja sangat presisi. 

Berdasarkan pengalaman penggunaan, aplikasi benar-benar menjeda aktivitas hanya ketika saya berhenti total. Saat tempo berubah menjadi jalan santai, pelacakan tetap berjalan tanpa terputus.

Tampilan antarmukanya terlihat bersih, modern, dan minimalis. Pengguna juga bisa mencatat jenis sepatu yang dipakai, lengkap dengan merek dan tipe. 

Sistem akan menghitung total jarak tempuh sepatu tersebut dan memberikan notifikasi ketika sudah melewati batas ideal pemakaian.

Nike Run Club menyediakan berbagai program latihan terstruktur yang dirancang untuk meningkatkan performa lari secara bertahap. 

Program ini membantu menjaga konsistensi latihan mingguan. Tersedia pula ratusan sesi guided run dengan arahan audio dari pelatih profesional.

Ada fitur bernama “Powersongs” yang otomatis memutar lagu tertentu saat pelacakan dimulai. Namun fitur ini hanya bisa mengambil lagu dari penyimpanan perangkat dan belum terhubung dengan Spotify. 

Hasil aktivitas bisa dibagikan dalam bentuk visual menarik ke media sosial.

Kelebihan:

  • Auto-pause sangat responsif
  • Banyak pilihan guided run
  • Desain aplikasi bersih dan nyaman dilihat
  • Bisa membagikan hasil lari dalam bentuk gambar

Kekurangan:

  • Tidak terintegrasi dengan Spotify
  • Tidak tersedia fitur penentuan target khusus

5. ASICS Runkeeper

Ketika membuka aplikasi ini untuk pertama kali, pengguna wajib membuat akun. Proses awalnya cukup panjang karena ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab sebelum mulai merekam aktivitas. 

Sebaiknya proses ini diselesaikan sebelum memulai sesi lari agar tidak mengganggu waktu latihan.

Runkeeper hanya mendukung perangkat wearable dari Garmin dan Fitbit. Meski dukungannya terbatas, aplikasi ini menyediakan berbagai tantangan dan program lari yang dapat diikuti. 

Selama tracking berlangsung, pengguna bisa menggeser layar untuk melihat panduan langkah jika sebelumnya telah memilih program tertentu.

Progres terhadap tantangan yang diikuti juga dapat dipantau sehingga membantu menjaga motivasi. Untuk berbagi hasil latihan, aplikasi ini menyediakan opsi tampilan berupa foto, peta rute, atau grafik statistik. 

Namun, tidak ada opsi untuk menggabungkan peta dan foto dalam satu tampilan seperti pada beberapa aplikasi lain.

Terdapat akses cepat menuju Spotify dari dalam layar tracking, sehingga memudahkan pengguna memutar musik tanpa harus mencari aplikasi secara manual. 

Aplikasi ini bebas iklan, tetapi memiliki versi premium dengan biaya sekitar Rp200 ribu per bulan. Fitur seperti live tracking—yang memungkinkan keluarga atau teman memantau aktivitas secara langsung—hanya tersedia bagi pelanggan berbayar.

Kelebihan:

  • Program latihan terarah dengan pemantauan progres
  • Shortcut Spotify tersedia
  • Guided steps muncul saat tracking
  • Hasil statistik disajikan dengan visual menarik

Kekurangan:

  • Wajib registrasi sebelum digunakan
  • Tampilan peta dan statistik tidak dalam satu layar
  • Tidak ada auto-pause dan fitur kunci tombol
  • Biaya langganan premium relatif mahal

6. Map My Run by Under Armour

Seperti aplikasi kebugaran lain, Map My Run meminta data tinggi dan berat badan saat awal penggunaan. Namun yang cukup membingungkan, satuan yang digunakan secara default adalah Imperial (pon dan kaki), bukan metrik. 

Hal ini bisa menyulitkan pengguna yang terbiasa dengan kilogram dan sentimeter.

Dari pengalaman penggunaan, aplikasi ini cukup sering mengalami gangguan teknis. Beberapa kali muncul pesan error saat proses pendaftaran akun. 

Bahkan setelah berhasil masuk ke halaman utama, aplikasi sempat mengalami crash ketika menjelajahi menu pengaturan. 

Saat dibuka kembali, akun yang sebelumnya dibuat ternyata tidak terdeteksi sehingga perlu registrasi ulang.

Terlepas dari kendala teknis tersebut, fitur pelacakannya tergolong lengkap. Pengguna bisa menentukan target berdasarkan jarak, durasi, atau frekuensi latihan, meski tidak tersedia opsi target berdasarkan kalori.

Dukungan perangkat wearable cukup luas, termasuk UA Connected Footwear, Garmin Connect, MyFitnessPal, Suunto, Samsung Health, hingga monitor detak jantung. 

Aplikasi ini juga memiliki fitur sensor kompas saat tracking—fitur yang jarang ditemui pada aplikasi sejenis.

Kelebihan:

  • Dukungan wearable beragam
  • Bisa menetapkan target latihan
  • Tersedia sensor kompas saat tracking

Kekurangan:

  • Cukup sering muncul bug dan error
  • Pengaturan satuan metrik kurang praktis

7. Running & Jogging – Zeopoxa

Aplikasi besutan Zeopoxa ini memberikan kesan awal yang praktis. Saat pertama dibuka, hanya ada sedikit pertanyaan sebelum pengguna bisa langsung memulai tracking. Tidak ada kewajiban membuat akun.

Informasi yang ditampilkan selama workout tergolong detail. Pengguna dapat memasukkan data cuaca secara manual, memilih suasana hati saat berlari, hingga menambahkan informasi arah angin, suhu, dan jenis medan.

Menu pengaturannya sangat lengkap dan fleksibel. Pengguna bisa mengaktifkan atau menonaktifkan auto-pause, mengatur mode gelap, melakukan backup dan restore data secara lokal, serta menentukan radius zona privasi agar titik awal rute tidak terlihat publik.

Tersedia pula akses cepat ke Spotify dan YouTube Music untuk memutar lagu selama aktivitas. Fitur zona privasi memungkinkan sebagian rute tersembunyi sesuai radius yang telah diatur. Selain itu, ada kalkulator BMI untuk mengetahui kategori berat badan pengguna.

Kelebihan:

  • Bisa langsung digunakan tanpa registrasi
  • Statistik detail dan mendalam
  • Pengaturan sangat lengkap
  • Tersedia backup dan restore lokal
  • Ada auto-pause, kunci tombol, dan zona privasi
  • Memiliki kalkulator BMI

Kekurangan:

  • Terdapat iklan banner yang cukup mengganggu

8. Sports Tracker Running Cycling

Proses awal penggunaan aplikasi ini tergolong cepat dan sederhana. Walaupun pengguna tetap harus membuat akun, tahapannya tidak memakan waktu lama. Data yang diminta pun tidak terlalu banyak sehingga tidak terasa merepotkan. 

Menariknya, fitur mode gelap bisa langsung diaktifkan dari halaman utama tanpa perlu masuk ke menu pengaturan.

Aplikasi ini sangat cocok digunakan saat berlari di lintasan stadion karena tersedia fitur pencatatan putaran (lap). 

Setiap kali menyelesaikan satu putaran, pengguna dapat menandainya secara manual. Fitur ini sangat membantu untuk evaluasi performa, terutama bagi yang sedang berlatih meningkatkan kecepatan.

Data statistik yang ditampilkan cukup lengkap, meliputi jarak tempuh, durasi, pace rata-rata, pace tercepat, serta kecepatan rata-rata. 

Tersedia juga akses cepat ke Spotify agar pengguna bisa memutar musik tanpa harus keluar dari aplikasi.

Namun sayangnya, aplikasi ini belum dilengkapi fitur jeda otomatis maupun pengunci tombol. 

Artinya, pengguna perlu lebih berhati-hati agar pelacakan tidak berhenti secara tidak sengaja. Selain itu, tidak tersedia opsi untuk menentukan target latihan tertentu.

Kelebihan:

  • Proses awal cepat dan tidak bertele-tele
  • Ideal untuk latihan di track karena ada fitur lap
  • Mode gelap mudah diakses
  • Tersedia shortcut Spotify

Kekurangan:

  • Tidak ada auto-pause
  • Tidak bisa menetapkan target
  • Tidak tersedia fitur kunci layar

9. Running Distance Tracker+

Aplikasi ini menonjol dari segi tampilan visual yang modern dan enak dipandang. Pengguna tidak diwajibkan membuat akun atau login. 

Saat pertama kali membuka aplikasi, hanya perlu mengisi beberapa informasi dasar seperti motivasi berlari, kemampuan fisik, berat, dan tinggi badan.

Tersedia pintasan menuju Spotify sehingga pengguna dapat langsung memutar musik favorit. Tampilan saat pelacakan sedikit berbeda dibanding aplikasi lain karena peta rute dan data statistik berada di halaman terpisah.

Dalam satu layar statistik, hanya tiga jenis informasi yang bisa ditampilkan sekaligus. Meski terbatas, pengguna dapat memilih sendiri jenis data yang ingin dimunculkan, misalnya kalori, durasi, pace, atau kecepatan.

Aplikasi ini juga memiliki fitur penguncian tombol agar aktivitas tidak terhenti karena sentuhan tidak sengaja. 

Dari sisi privasi, peta yang dibagikan tidak menampilkan detail alamat sehingga terasa lebih aman ketika dibagikan ke orang lain.

Kelebihan:

  • Desain antarmuka menarik
  • Ada shortcut Spotify
  • Tersedia fitur kunci tombol
  • Peta tidak menampilkan alamat detail

Kekurangan:

  • Terdapat iklan banner
  • Statistik dan peta tidak dalam satu layar

10. Start Running for Beginners

Aplikasi ini lebih difokuskan bagi pemula yang membutuhkan program latihan terstruktur. Aktivitas pelacakan hanya bisa dilakukan jika mengikuti panduan latihan yang tersedia. 

Jika ingin merekam lari secara bebas tanpa mengikuti program, pengguna harus berlangganan versi berbayar.

Dari sisi fitur, aplikasi ini tergolong sederhana. Tidak tersedia auto-pause maupun pintasan ke layanan streaming musik. 

Saat ingin membagikan hasil latihan, pengguna hanya bisa membagikannya dalam bentuk tautan, bukan dalam format visual seperti gambar untuk media sosial.

Meski fiturnya terbatas, tampilan aplikasinya cukup nyaman dipandang dan bebas iklan, sehingga pengalaman pengguna tetap terasa bersih dan fokus pada program latihan.

Kelebihan:

  • Cocok untuk pemula yang ingin mengikuti program mingguan
  • Antarmuka sederhana dan bebas iklan

Kekurangan:

  • Fitur lebih terbatas dibanding aplikasi lain
  • Harus berlangganan untuk tracking tanpa panduan latihan

Sebagai penutup, dengan memilih rekomendasi aplikasi lari yang sesuai kebutuhan, aktivitas olahraga jadi lebih terarah, terukur, dan terasa makin menyenangkan setiap hari.

Enday Prasetyo

Enday Prasetyo

LiterasiKeuangan.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Bayar QRIS Dana: Gampang, Cepat, dan Aman!

Cara Bayar QRIS Dana: Gampang, Cepat, dan Aman!

Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 14, Wajib Tahu Sebelum Membeli!

Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 14, Wajib Tahu Sebelum Membeli!

7 Rekomendasi Mobil Hybrid Terbaik untuk Hemat BBM & Ramah Lingkungan

7 Rekomendasi Mobil Hybrid Terbaik untuk Hemat BBM & Ramah Lingkungan

Rekomendasi Printer untuk Mahasiswa, Terbaik dengan Harga Terjangkau

Rekomendasi Printer untuk Mahasiswa, Terbaik dengan Harga Terjangkau

Cara Beli Tiket Whoosh: Panduan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Cara Beli Tiket Whoosh: Panduan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung