Ini 9 Cara Mengatasi Jerawat Batu Secara Alami dan Medis

Ini 9 Cara Mengatasi Jerawat Batu Secara Alami dan Medis
cara mengatasi jerawat batu

Ini 9 Cara Mengatasi Jerawat Batu Secara Alami dan Medis

Cara mengatasi jerawat batu menjadi perhatian banyak orang karena jenis jerawat ini, yang juga dikenal sebagai jerawat kistik, cenderung lebih besar dan menembus lapisan kulit lebih dalam dibanding jerawat biasa. 

Jerawat semacam ini sering menimbulkan rasa nyeri dan tidak mudah dihilangkan, sehingga memerlukan penanganan khusus.

Baca Juga

Panduan Lengkap Memilih Harga Tablet Advan Dibawah 500 Ribu 2026

Penanganan yang tepat penting dilakukan sesegera mungkin karena peradangan yang muncul dapat menyebar ke jaringan kulit di sekitarnya dan memicu munculnya jerawat baru. 

Simak berbagai metode efektif berikut ini untuk mengetahui cara menanganinya dengan benar dan aman.

Dengan menerapkan langkah-langkah yang tepat, kulit bisa terbebas dari jerawat yang membandel dan nyeri, sehingga kamu bisa kembali percaya diri tanpa gangguan. Inilah panduan lengkap tentang cara mengatasi jerawat batu.

Apa itu Jerawat Batu?

Jerawat kistik merupakan bentuk jerawat yang muncul sebagai benjolan besar, meradang, dan biasanya berisi nanah. 

Kondisi ini sering menimbulkan rasa nyeri saat ditekan, meskipun pada beberapa orang, jerawat jenis ini bisa muncul tanpa rasa sakit atau ketidaknyamanan lain.

Meskipun paling sering muncul di wajah, jerawat kistik juga bisa terbentuk di area tubuh lain seperti dada, punggung, dan belakang telinga. Beberapa tanda khas jerawat jenis ini antara lain:

  • Benjolan merah merata tanpa puncak putih.
  • Nanah keluar saat jerawat mencapai tahap matang dan pecah.

Penyebab Jerawat Batu

Pada dasarnya, mekanisme terbentuknya jerawat kistik mirip dengan jerawat biasa. Masalah ini dimulai ketika pori-pori tersumbat akibat produksi minyak berlebihan, penumpukan kotoran, atau sel kulit mati. 

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang.

Beberapa faktor tambahan yang dapat memicu munculnya jerawat kistik meliputi:

  • Adanya riwayat jerawat dalam keluarga.
  • Produksi keringat berlebih sehingga kulit tetap lembap dan bakteri lebih mudah tumbuh.
  • Pemakaian produk perawatan kulit yang tidak sesuai dengan tipe kulit.
  • Ketidakseimbangan hormon, khususnya hormon androgen dalam tubuh.

Cara Menghilangkan Jerawat Batu

Penanganan jerawat kistik bisa dilakukan melalui metode alami maupun medis. Perbedaan antara kedua pendekatan ini terletak pada seberapa parah kondisi jerawat yang dialami. 

Berikut penjelasan masing-masing metode dalam cara mengatasi jerawat batu.

Penanganan Jerawat Batu Secara Alami

Ada beberapa metode aman dan alami yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan jerawat kistik di wajah atau bagian tubuh lain, mulai dari kompres hingga pemakaian minyak esensial. Berikut penjelasannya:

1. Kompres Hangat
Mengaplikasikan kompres hangat dapat membantu melunakkan benjolan jerawat sehingga nanah lebih mudah keluar ke permukaan kulit. Dengan begitu, proses penyembuhan jerawat menjadi lebih cepat.

2. Kompres Dingin
Selain kompres hangat, mengompres jerawat dengan es juga efektif. Metode ini mampu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit akibat peradangan jerawat. Kombinasi penggunaan kompres hangat dan dingin secara bergantian dapat memberikan hasil lebih optimal.

3. Pembersih Nonsabun
Menggunakan pembersih kulit yang bebas sabun dapat membantu mengurangi risiko iritasi. Pembersih jenis ini lebih lembut dibandingkan sabun biasa sehingga aman untuk kulit yang sedang berjerawat dan mencegah kondisi jerawat memburuk.

4. Minyak Daun Teh (Tea Tree Oil)
Tea tree oil dikenal karena sifat antibakteri dan antiradang yang dimilikinya. Kandungan terpinene di dalamnya efektif mengatasi peradangan, mengurangi pembengkakan, dan mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Penanganan Jerawat Batu Secara Medis

Jika perawatan alami belum membuahkan hasil dan jerawat tetap membandel, sebaiknya segera periksakan kondisi kulit ke dokter. 

Hindari memencet jerawat sendiri karena hal ini bisa menimbulkan komplikasi, seperti:

  • Ukuran jerawat menjadi lebih besar.
  • Peradangan bertambah dan risiko infeksi meningkat.
  • Terbentuknya bekas luka atau jaringan parut keloid.
  • Nanah dan kotoran terdorong lebih dalam ke pori-pori.

Untuk mengurangi risiko komplikasi tersebut, dokter dapat memberikan perawatan profesional yang aman dan efektif. 

Beberapa metode medis yang umum digunakan untuk menangani jerawat batu meliputi berbagai pilihan terapi yang disesuaikan dengan kondisi kulit pasien.

1. Penggunaan Antibiotik

Antibiotik digunakan untuk menekan pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes yang menjadi penyebab peradangan jerawat. Obat ini bisa diberikan dalam bentuk:

  • Topikal (oles): Seperti klindamisin atau eritromisin, bekerja langsung di area kulit yang berjerawat. Biasanya diberikan dua kali sehari selama 6–12 minggu.
  • Oral (minum): Seperti doksisiklin atau minosiklin, digunakan untuk jerawat yang lebih parah atau meluas. Obat oral lebih cepat menurunkan peradangan, tetapi harus dikonsumsi sesuai resep dokter untuk menghindari resistensi antibiotik.

Efek samping: Iritasi kulit, fotosensitivitas (mudah terbakar sinar matahari), gangguan pencernaan untuk antibiotik oral.
Catatan: Antibiotik sebaiknya tidak dikombinasikan terlalu lama untuk mencegah resistensi bakteri.

2. Krim atau Salep Resep Dokter

Krim atau salep ini mengandung bahan aktif seperti:

  • Benzoyl peroxide: Membunuh bakteri dan mengurangi minyak berlebih.
  • Retinoid topikal: Membantu membuka pori tersumbat dan mempercepat regenerasi kulit.

Cara pakai: Oles tipis pada area jerawat 1–2 kali sehari. Hasil biasanya terlihat setelah 6–8 minggu penggunaan rutin.
Efek samping: Kulit kering, kemerahan, dan pengelupasan. Pemakaian awal bisa terasa panas atau perih.

3. Isotretinoin

Isotretinoin adalah obat oral yang sangat efektif untuk jerawat batu atau kistik parah. Obat ini bekerja dengan:

  • Mengurangi produksi minyak berlebih (sebum).
  • Mencegah penyumbatan pori.
  • Mengurangi jumlah bakteri penyebab jerawat.
  • Mengurangi peradangan.

Durasi: Biasanya 4–6 bulan dengan dosis yang disesuaikan berat badan dan tingkat keparahan jerawat.
Efek samping: Kulit dan bibir kering, iritasi mata, nyeri otot, serta risiko kerusakan hati dan meningkatnya kolesterol.
Perhatian khusus: Tidak boleh digunakan oleh wanita hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. Wanita harus menggunakan kontrasepsi yang efektif selama dan setelah perawatan.

4. Suntikan Kortikosteroid

Suntikan langsung ke jerawat besar atau kistik dapat:

  • Mengurangi pembengkakan dan kemerahan.
  • Mengurangi rasa nyeri secara cepat.
  • Membantu jerawat kistik mengecil dalam beberapa hari.

Kapan digunakan: Biasanya untuk jerawat batu yang sangat meradang atau tidak merespons perawatan topikal.
Efek samping: Risiko kulit tipis atau terbentuknya depresi kecil di area suntikan jika terlalu sering dilakukan.

5. Pil Kontrasepsi dan Spironolactone

Digunakan terutama untuk jerawat yang dipicu oleh fluktuasi hormon:

  • Pil kontrasepsi kombinasi (estrogen + progestin): Mengurangi produksi androgen, hormon yang merangsang kelenjar minyak berlebih.
  • Spironolactone: Obat ini bekerja sebagai anti-androgen, menurunkan aktivitas hormon yang memicu jerawat.

Durasi perawatan: Biasanya 3–6 bulan untuk melihat hasil yang signifikan.
Efek samping: Gangguan menstruasi, rasa nyeri payudara, atau perubahan tekanan darah untuk spironolactone.

Catatan: Keduanya harus digunakan di bawah pengawasan dokter, terutama bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

Sebagai penutup, dengan perawatan yang tepat dan konsisten, cara mengatasi jerawat batu dapat dilakukan secara efektif sehingga kulit kembali sehat, bersih, dan lebih percaya diri.

Enday Prasetyo

Enday Prasetyo

LiterasiKeuangan.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

15 Bengkel Mobil Banjarmasin, Jangan Salah Pilih!

15 Bengkel Mobil Banjarmasin, Jangan Salah Pilih!

Panduan Cara Beli Pulsa di Livin Mandiri Kuning yang Baru 2026

Panduan Cara Beli Pulsa di Livin Mandiri Kuning yang Baru 2026

12 Rekomendasi Hotel di Manado, Harga Mulai dari Rp400 Ribuan!

12 Rekomendasi Hotel di Manado, Harga Mulai dari Rp400 Ribuan!

Biaya Liburan ke Swiss Terbaru: Rincian yang Perlu Anda Ketahui

Biaya Liburan ke Swiss Terbaru: Rincian yang Perlu Anda Ketahui

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun